Total Tayangan Halaman

Senin, 18 Agustus 2014

Rabu, 23 Juli 2014

bagimu bagaimana aku?

Bagimu, kalau aku aneh ketika mendekatimu, pada dasarnya itu disebabkan olehku yang sedang menawarkan bagaimana aku kepadamu jika menjalani hidup monoton bersama.

mungkin kamu wanita yang menyukai kejutan, mencari lelaki yang baru menunjukan aselinya setelah meranjang.

bagimu berapa nilaiku, kamu sudah tahu, aku lelaki aneh, yang tidak menunjukan usaha ekstra mendekatimu. biar kusimpan kejutan- kejutanku untukmu untuk berpuluh- puluh tahun kedepan jika kamu mau tetap denganku.

*terinspirasi iklan downey di youtube. iya, inspirasinya dari iklan itu, bukan karena aku ditolak. diabaikan sih iya

Senin, 30 Juni 2014

yang nahi munkar dengan mendukung ditutupnya Dolly itu sudah siap amar maruf dengan meninggikan derajat si mantan PSK belum? sono, kasih kerjaan bersih, atau dikawinin jg boleh. jangan cuma bawa- bawa agama tapi ga ngasih solusi

cita-cita paling tulus

kalau aku tidak salah, cita- cita mulai didoktrinkan kepada anak manusia bahkan sejak mereka belum mengerti siapa sebenarnya yang ngomong nyuruh jadi ini itu tersebut. kalau tidak percaya, coba dengarkan berbagai macam variasi lulabi yang disenandungkan orang tua si anak itu. dari yang sesederhana "cepat besar" hingga "besok gede harus jadi ketua PBB". tidak masalah. harapan orang tua selalu tulus kok.

tapi bagi anak manusia sendiri, yang belum bisa disebut 'orang', mereka benar- benar mengenal mimpi sepertinya begitu mulai mengerti macam- macam profesi; seperti polisi, dokter, maupun astronot.

aku masih ingat ketika kecil, dulu almarhum Pak Etan (1929-1993), simbah kakung dari garis keturunan ibuku, menunjukan sebuah gambar di koran, ketika menggendongku berjalan-jalan lalu beristirahat di gardu ronda depan rumah. katanya itu gambar UGM. kampus terbaik di Indonesia katanya, dimana semua 'murid'nya orang pintar- pintar. dia bercita- cita aku ketika besar nanti aku kuliah di situ. sudah kuturuti, dan aku bingung sekarang, karena dia mau aku kuliah di UGM, tidak bilang jadi lulusannya. makanya sekarang aku terombang- ambing bersama gelar mahasiswa generasi tua. apakah aku harus lulus demi masa depanku atau mempertahankan cita- cita Pak Etan? ini dilema hidupku.

kembali membahas cita- cita. kupikir cita- cita yang paling murni adalah cita- cita yang diungkapkan ketika masih kecil; ketika tidak terhalang alasan rasional duniawi semacam; biaya pendidikan dokter mahal, jadi polisi banyak dicibir, jadi astronot.. emm.., pokoknya gitu deh. mungkin banyak yang sudah lupa dengan cita- citanya semawaktu kecil, sebelum hari ini pun aku sebenarnya juga lupa. sampai sore tadi, ibu Rubianti, datang kerumah untuk membahas ini dan itu bersama bapak ibuku.

sekedar informasi saja, ibu rubianti ini dulu adalah guru TK dimana, aku, wiga- dan wima menempuh pendidikan pertamakali. sekarang beliau sudah menjabat menjadi kepala sekolah TK itu. dan kenapa beliau maen kerumah, karena bapakibuku adalah dewan dari TK itu. 

ketika aku keluar dari kamar untuk menyapa Bu Rubi, aku melihat wajahnya yang masih tampak muda dengan sumringah menyambutku.

"yaampun, ini dhik wita sekarang sudah besar. tinggi banget. masih inget saya tidak? saya bu rubi, dulu pas TK saya yang ngajar kamu blablablabla.."

reaksiku masih biasa saja, udah sering nanggepin orang kaget lihat bentukku ini. tapi ada satu kalimat dari bu rubi yang membuat aku terdiam, mikir. mau tahu apa?

"eh, dhik wita tahu tidak? ibu masih inget dhik wita itu satu- satunya murid ibu yang ketika ditanya 'cita-citanya apa?' dijawab 'mau jadi tuhan'."

Ya tuhan, jika benar itu terjadi, itu aku masih polos, jangan dianggap serius. aku tidak bisa renang. jangan kau belah lautan untuk menenggelamkanku.

Minggu, 22 Juni 2014

"Ya Tuhan, jika ia adalah jodohku, langsung saja"

_Wita, jam segini belum makan
"i stole your heart and now i've led your hope into something romantic. but the worst thing is i knew. i knew this would happen. this is what always happens. i took you with me because i was vain. because i wanted to be adored. look at you, glorious girl(s). the girl who waited for my proposal. i'm not into you. i really am just a raggedyboy with his toybox. and it's time we say each other as we really are. dear, it's time to stop waiting"

_wita, kepada.. ah sudahlah

tips dan trik berdoa

judulnya garing banget. biar,
seriusan, kali ini aku mau bahas yang rada religius gitu, kan udah mau puasa, ya kan?

jadi kadang ada kan orang yang ngeluh kenapa udah rajin berdoa tapi tidak pernah terkabul. ada aja. tapi lihat lagi deh, introspeksi diri, udah bener belum kamunya. bukaan, bukan menyoal dalam bagaimana kamu berperilaku, tapi bagaimana kamu berdoa.

okelah, kamu berdoa kepada Yang Maha Mendengar (kalo kamu percaya sih) jadi kamu yakin Dia tidak mungkin beralesan "elu sih berdoa bisik- bisik" ketika kamu nanti sudah mati lalu protes kepada-Nya. yakin deh dia pasti denger, tapi sekali lagi,

doa mu udah bener belum?

aku ga ngomongin gimana tataara berdoa, itu terserah kamu. toh esensinya sama. mau mendayu- dayu sampe nangis atau mau pakai bahasa Arab seperti pada agama tertentu. terserah, tapi gini;

berdoalah yang detail, biar Dia Yang Maha Suka Bercanda itu tahu kamu sedang serius. contohnya, biasanya sih orang berdoa kayak gini

"semoga aku lulus"

iya, doa sesederhana itu juga didengarkan, kalau endak sia- sia gelar MAHA itu. oke, mari kita menyatukan persepsi bahwa;

Dia hanya butuh sedetik untuk membuat keajaiban, tidak perlu antri.

lalu kenapa doamu belum datang- datang juga ACC nya?

ahli agama akan bilang "nanti akan datang di saat yang tepat. rencana-Nya pasti indah. okelah, kurang ajar kalau kubilang itu mbelgedes. tapi kita bisa mempersempit resiko dengan doa seperti ini;

"luluskan aku dari ujian lalala pada tanggal lalala bulan lalala tahun lalala, bisa kan? masak endak"

karena kalau tidak begitu, bisa saja doamu terkabul terlambat, ketika kamu sudah tidak butuh, ketika kamu ternyata lulus pada tahun berikutnya. perkara tetap tidak terkabul, yasudah. setidaknya kemungkinan kamu menyalahkan diri jadi sedikit terminimalisir, karena selain usaha yang maksimal, doamu juga.

jadi ketika nanti kamu melihat bintang jatuh, berdoanya yang lengkap begitu. doanya yang cepet, kan kesempatannya ga lama, seperti jeda diantara dua kotbah jumatan. kalau perlu ditulis, biar kamu ga menghabiskan waktu yang berharga itu untuk menggumam

"eeee... enakan doa apa ya"

btw, aku punya teori.

berawal dari erita ini.
aku kan ibadahnya ga rajin, apalagi berdoa. tapi kemaren aku embuh kenapa mau- maunya jumatan. buat kegiatan aja gitu, biar kalau ditanya
"sekarang kegiatan sehari- hari kamu apa?"
bisa kujawab dengan jujur
"jumatan"
nah, diantara dua kotbahnya, aku berdoa bisa memiliki action figure Garo, selambat- lambatnya akhir bulan ini. karena sudah berbulan- bulan aku mencari- cari di internet tidak nemu yang jual. nah, malamnya, ada yang posting di FB menjual barang yang aku cari ini, hebatnya lagi, dia menjualnya di pameran mainan yang lagi berlangsung di kotaku. singkat cerita hari Sabtu mainan itu sudah dalam genggamanku.


pelajaran apa yang kupetik?
iya, sederhana saja, dengan jarang- jarang berdoa, kuota jatah keterkabulan doaku masih utuh, sehingga tidak ada pending- pendingan. tidak seperti orang yang saban harinya menitikkan mata mengeluh minta ini itu kepada Tuhan.

 kak, kuotamu habis keseringan dipakai untuk mendoakan harapan yang sudah di ACC untuk waktu yan lain. ciptaan Tuhan itu tangguh. kalau kamu mengeluh seperti itu, kamu melecehkan Tuhan.